Selasa, 30 Mei 2017

PRODUSEN OBAT IKAN NASIONAL

Gambar 1. Produk Obat Ikan
(http://www.cpp.co.id)
No
Nama Perusahaan
Alamat
No. Telp/Fax
1.
PT. Behn Meyer Kimia
Taman Tekno IX Blok B No. 1, Bumi Serpong Damai, Sektor XI Tangerang Selatan 15314
Telp. 021-7565000
Fax. 021-7560860/70
2.
PT. Bio Flona Prima
Jl Dederuk No. 30 Bandung
Telp. 022-2531617
Fax. 022-2531615
3.
CV. Bio Tirta
Yos Sudarso No. 130, Teluk Betung –Bandar Lampung
Telp. 0721-484060
Fax. 0721-485805
4.
PT. Biozym Pratama
Jl. Cinere Raya No. 5A, Blok K, Cinere – Jakarta
Telp. 021-7547309
Fax. 021-7545464
5.
PT. Blue Sky Biotech
Taman Tekno BSD Blok J 3 No. 46 Serpong, Tangerang Selatan 15314
Telp. 021-7565164
Fax. 021-7655165
6.
CV. Bunga Tani
Jl. Veteran No. 01 Desa Kebon Sari Sukodadi - Lamongan
Telp. 0322-390239
7.
PT. Caprifarmindo Labs
Jl. Purnawarman No. 47 Bandung, Jawa Barat
Telp. 022-4207725
Fax. 022-4238476
8.
PT. Cargill Indonesia
Wisma 46 Kota BNI Lantai 28
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1, Tanah Abang – Jakarta 10220
Telp. 021-5746868
Fax. 021-5745757
9.
PT. Central Pertiwi Bahari
Wisma GKBI Lantai 19
Jl. Jenderal Sudirman No. 28 Jakarta 10210
Telp. 021-57851788/509/530
Fax. 021-57851808
10.
PT. Chemco Prima Mandiri
Pusat Perniagaan Terpadu Blok D8 k Lantai 1-2
Jl. Daan Mogot Km 19,6 Kel Poris Jaya, Kec. Batu Ceper – Tangerang 15122
Telp. 021-54365151
Fax. 021-54365150
11.
PT. Dupont Agricultural Product Indonesia
Jl. Ampera Raya No. 9-10 Ragunan – Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telp. 021-7822555
Fax. 021-7822565
12.
PT. Double Bond Chemindo
BSD City, Ruko Golden Boulevard II Blok W No. 20, Tangerang - 15322
Telp. 021-53163525
Fax. 021-53163524
13.
PT. Farming Intelligene Indonesia
Jl. Nias 76 Taman Singosari, Tangerang - Banten
Telp/Fax. 021-55776456
14.
CV. Harapan Abadi
Jl. Raya Griya Mapan Sentosa EA III No. 9 Waru, Sidoarjo – Jawa Timur
Telp. 031-8668487
Fax. 031-8681848
15.
PT. Harvest Ariake Indonesia
Celebration Bouvelard Blok AA 10/58 Grand Wisata Bekasi 17510
Telp. 021-82615817
16.
PT. Indovetraco Mkamur Abadi
Gedung Maspion Plaza Lt. 9
Jl. Gunung Sahari Raya Kav. 20-27 Jakarta 14420
Telp. 021-64701200/64701251
Fax. 021-64700967
17.
PT. INVE Indonesia
Jl. Raya Kalibata No. 7, Jakarta Timur
Telp. 021-70989451
Fax. 021-8445262
18.
PT. Kemin Indonesia
Wisma RMK Suite 301
Jl. Puri Kencana Blok M4/1 Kembangan Selatan – Jakarta 11610
Telp. 021-5820165
Fax. 021-5820147
19.
PT. Longmen Indo Nusantara
Bekasi Timur IV No. 09, Jatinegara, Jakarta Timur
Telp. 021-85900961
Fax. 021-85900960
20.
PT. Intervest Indonesia
Wisma BNI 46 Lt. 27
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1, Jakarta 10220
Telp. 021-5721380
Fax. 021-5721384
21.
PT. Marindolab Pratama
Jl. Modern Industri III A9-A10, Raya Serang Km 68, Serang – Banten (Kawasan Industri Modern Cikande)
Telp. 0254-402486/402487
Fax. 0254-402491
22.
PT. Petrokimia Kayaku
Jl. Jend. A. Yani, Kotak Pos 107, Gresik 61101
Telp. 031-3981815
Fax. 031-3981830
23.
PT. Pyridam Veteriner
Jl. Kemayoran VIII/16, Jakarta Selatan 12210
Telp. 021-5482526
Fax. 021-5485126
24.
PT. Romindo Primavetcom
Dr. Saharjo No. 264, Jakarta Selatan 12870
Telp. 021-8300300
Fax. 021-8280678
25.
PT. Sanbe Farma
Jl. Tamansari 10, Bandung 40116
Telp. 022-4207725
Fax. 022-4238476
26.
CV. Sri Putra Bakti
Bukit Kelapa Sawit II Blok AI No. 6, Kec. Tembalang - Semarang
Telp. 024-7462921
27.
PT. Surya Hidup Satwa
Jl. Ancol Barat Blok A 5E No. 10 Ancol Pademangan – Jakarta Utara
Telp. 021-6909964
Fax. 021-6909957
28.
PT. Trouw Nutrition Indonesia
MM 2100 Industri Town
Jl. Selayar Blok A3-2, Cikarang Barat – Bekasi
Telp. 021-89983325
Fax. 021-89983326
29.
PT. Semeru Perkasa Permai
Jl. Hayam Wuruk 2 WW Jakarta
Telp. 021-3861729
Fax. 021-3807477
30.
PT. Alltech Biotechology Indonesia
Kawasan Industri Jababeka III-Cikarang Blok 3A, Drsa Pasirgombon, Cikarang Utara - Bekasi
Telp. 021-837085-2
Fax. 021-83708509
31.
PT. Grobest Indomakmur
Jl. Industri VI/6A Kelurahan Pasir Jaya Kec. Jatiluwung Kota Tangerang – Banten
Telp. 021-5882250
Fax. 021-5882249
32.
PT. Biomin Indonesia
Jl. Raya Pondok Gede No. 12 RT 03 RW 01 Kelurahan Dukuh, Kec. Kramat Jati, Jakarta Utara
Telp. 021-80878661
Fax. 021-80878661
33.
PT. Sido Muncul
Jl. Soekarno-Hatta Km. 28, Kec. Bergas-Klepu, Semarang – Jawa Tengah

34.
PT. Songgolangit Persada
Jl. Kebagusan Raya No. 63 Kebagusan, Pasar Minggu – Jakarta Selatan
Telp. 021-78833766
35.
PT. Cheil Jedang Indonesia
Menara Jamsostek Lt. 21
Jl. Gatot Subroto Kav. 3,4
Telp. 021-52995000
Fax. 021-52995192/94
36.
PT. Central Bali Bahari
Dusun Tegal Sumaga, Desa Tejakula, Kab. Buleleng

37.
PT. Connell Bersaudara Chemindo
Menara Bidakara 2 Lt. 9
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71-73 Jakarta 12870
Telp. 021-83795720
Fax. 021-83795721
38.
PT. Novindo Agritech Hutama
Duta Mas Fatmawati Blok A1 No. 39
Jl. RS Fatmawati No. 39 Cipete Utara
Telp. 021-7245986
Fax. 021-7220373
39.
PT. Charoen Pokphand Jaya Farm
Jl. Ancol VIII N0. 1 Jakarta14430
PO BOX 1083 JKT
Telp. 021-6912501-7, 6912518
Fax. 021-6907324
40.
PT. Wonderindo Pharmatama
Jl. Supomo No. 143 Jakarta Selatan atau Wonder Graha Jl. Tebet Barat IX No. 27 Jakarta Selatan 12810

41.
CV. Luhur Agrindo Mandiri
Jl Kapuas No. 10 Malang
Telp. 0341-494762
Fax. 0341-471015
42.
PT. Akasopa Transparti
Jl. Dr. Saharjo No. 96 G, Jakarta 12960
Telp. 021-8300669
Fax. 021-8309924
43.
PT. Sumber Hewan
Cityloft Sudirman Lt. 26, Unit 2601 & 2603
Jl. KH. Mas Mansyur No. 121 Jakarta Pusat
Telp. 021-25558666
Fax. 021-25558777
44.
PT. Central Proteina Prima
Wisma GKBI Lt. 19
Jl. Jend. Sudirman N0. 28 Jakarta
Telp. 021-57851788
Fax. 21-57851808
45.
PT. Jebsen & Jessen Chemical Indonesia
Gd. Graha Inti Fauzi Lt. 7
Jl. Buncit Raya No. 22 Jakarta Selatan
Telp. 021-27537156
Fax. 021-2653718
46.
PT. Nugen Bioscience Indonesia
Jl. Ancol Barat Blok A5E No. 12 Jakarta
Telp. 021-6919999
Fax. 021-6916611
47.
PT. Mars Agro Indonesia
Jl. Raya Pemuda KM. 2 No. 17B Trunggiling, Kedunghalang - Bogor
Telp. 0251-8663141
Fax. 0251-866468
48.
PT. Petrokimia Gresik
Jl. Jend. A. Yani, Gresik 61118
Telp. 031-3981811
Fax. 031-3981722
49.
CV. Banyurejo
Jl. Ligu Utara 501 Semarang
Telp. 024-3547501
50.
PT Medion
Jl. Babakan Ciparay No. 282 Bandung
Telp. 022-6030612
Fax. 022-6010859
 
BACA SELENGKAPNYA »»  

Senin, 08 Mei 2017

SISTEM PERKAWINAN IKAN

Gambar 1. Pemijahan Ikan
(http://animal-world.com) 
Ada dua cara untuk mengubah pola genetik dalam suatu populasi. Cara yang pertama dikenal dengan nama inbreeding dan yang kedua yaitu crossbreeding.
Inbreeding
Yaitu perkawinan antara individu yang memiliki kedekatan silsilah. Perkawinan dengan cara inbreeding secara sembarangan dapat menyebabkan inbreeding depression yang ditandai dengan rendahnya survival rate, rendahnya laju pertumbuhan, rendahnya produksi telur dan banyak ditemui abnormalitas. Tujuan dilakukannya perkawinan inbreeding yaitu:
a.       Memperbaiki karakteristik genetik tertentu yang dinginkan
b.      Menciptakan populasi yang secara genetik seragam
c.       Menciptakan inbreed lines (garis keturunan yang serupa dengan indukannya, didapatkan dari hasil inbreeding) untuk selanjutnya digunakan dalam crossbreeding
Crossbreeding
Yaitu digunakan untuk meningkatkan produktivitas dimana variasi genetik didalam populasi tersebut sangat besar. Tujuan utama dari crossbreeding yaitu menghasilkan anakan hibrid superior yang memiliki genotip lebih baik dibandingkan dengan tertuanya. Metode-metode yang digunakan untuk memprediksi kesuksesan crossbreeding antara lain karyotype analisis, allozyme dan DNA elektroforesis analisis dan teknik statistik. Hal yang terpenting lainnya dari crossbreeding adalah F1 hibrid tidak akan memproduksi genotip yang terbaik pada generasi berikutnya. Para pengembangbiak harus mempertahankan inbreed line untuk memproduksi F1 hibrid yang terbaik.
BACA SELENGKAPNYA »»  

Selasa, 22 September 2015

SELEKTIF BREEDING IKAN

 Gambar 1. Contoh selektif breeding ikan laut
(Sumber: http://www.flku.jp)
 Selektif breeding merupakan proses penyeleksian indukan ikan terbaik yang sudah dikembangbiakkan sebelumnya agar dapat menurunkan “strain” tertentu pada anakannya. Dalam selektif breeding ini karakteristik yang paling penting dalam budidaya ikan adalah laju pertumbuhan. Parameter pertumbuhan yang harus diestimasikan adalah heritability, interaksi antara genotif dan lingkungan dan korelasi genetik dengan karakter-karakter yang lain.
            Ada beberapa jenis seleksi indukan yang digunakan. Jenis seleksi indukan yang sudah diaplikasikan pada akuakultur yaitu:
Seleksi masal termodifikasi
Yaitu dengan cara mengumpulkan ikan-ikan dengan ukuran yang sama pada awal pertumbuhan, lalu memilih ikan yang akan dipijahkan sesuai dengan performa laju pertumbuhannya. Teknik ini menghindari variasi fenotip karena perbedaan waktu pemijahan atau penetasan telur.
Seleksi dalam famili
Yaitu mencari individu-individu yang memiliki karakteristik lebih baik (laju pertumbuhan) dari rata-rata nilai karakteristik tersebut pada famii yang sama dalam satu populasi ikan sejenis. Teknik seleksi ini digunakan untuk meminimalisasikan masalah-masalah yang muncul karena keterbatasan fasilitas akuakultur, asynchonus spawning dan inbreeding.
      Seleksi terkombinasi
Yaitu dipilih berdasarkan nilai fenotip individu dan nilai fenotip dari famili mereka. Teknik ini beberapa kali digunakan dalam meningkatkan kualitas indukan pada akuakultur.
      Seleksi secara tidak langsung
Yaitu berdasarkan pada perilaku. Perilaku yang kompetitif merupakan faktor yang paling penting menyebabkan variasi dalam pertumbuhan. Efek dari perilaku ini akan membaurkan estimasi dari pertumbuhan. Perilaku merupakan faktor lain yang harus diperhitungkan dalam penyeleksian, terutama pada distribusi pertumbuhan yang tidak simetris. Namun bagaimanapun korelasi antara “traits” ini harus tetap diperhitungkan.  
BACA SELENGKAPNYA »»  

Rabu, 28 Mei 2014

EUTROFIKASI PERAIRAN

Gambar 1. Proses Eutrofikasi
(Sumber: http://www.drgeorgepc.com)


Eutrofikasi adalah suatu gejala peningkatan unsur hara, terutama fosfor dan nitrogen di suatu ekosistem air; pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrien yang berlebihan ke dalam ekosistem ai dan dikatakan eutrofik jika konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang 35-100  µg/L; pelepasan nutrisi tumbuhan, khususnya yang mengandung phospor dan nitrogen dimana kuantitasnya tidak diinginkan dalam badan air, seperti danau dan kolam. Eutrofikasi merupakanproses alamiah yang dapat terjadi diperairan dan dipengaruhi oleh morfologi perairan.
Eutrofikasi dapat menimbulkan sejumlah masalah penting dalam penggunaan air karena menimbulkan perubahan kehidupan organisme perairan serta menurunkan nilai estetika dan fungsi perairan. Perubahan yang umum terlihat ialah adanya pertumbuhan  massal mikro dan makrofita. Menurut Hooper (1971), beberapa parameter yang dapat digunakan sebagai indikator eutrofikasi suatu perairan, yaitu:
1.    Oksigen (O2)
Penurunan kadar oksigen pada lapisan hipolimnion dapat digunakan sebagai indikator eutrofikasi pada perairan yang mempunyai stratifikasi (tingkatan lapisan).
2.    Transparansi
Perubahan transparansi perairan merupakan petunjuk besarnya kelimpahan plankton yang dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat eutrofikasi.
3.    Morfometri badan air
Terjadi proses pendangkalan dan bentuk tepi perairan yang lebih beraturan. Indikator ini mempunyai keterbatasan dalam menentukan dan mengukur perubahan baru yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
4.    Unsur hara dan ion mineral
Perubahan kadar unsur hara dan ion lainnya karena adanya masukan pada suatu perairan dapat digunakan sebagain indikator eutrofikasi.
5.    Organisme akuatik
Timbulnya jenis baru dan hilangnya jenis organisme perairan lain merupakan indikator yang baik pada perairan eutrofik yang terjadi secara alami atau karena pengaruh aktivitas manusia.
6.    Produktivitas
Proses pembentukan dan peningkatan senyawa organik pada perairan dapat digunakan sebagai indikator eutrofikasi, misalnya dengan cara mengukur langsung kecepatan fiksasi karbon oleh mikrofita dan makrofita.
7.    Keanekaragaman
Keanekaragaman dinyatakan sebagai ukuran yang menggambarkan jumlah jenis organisme. Perubahan keanekaan yang disebabkan oleh peningkatan unsur hara kemungkinan disebabkan oleh beberapa bentuk kompetisi antar jenis. Secara matematis indeks keanekaan (d) merupakan jumlah jenis (S) dengan jumlah individu (N) yang dinyatakan sebagai S/N. 
Eutrofikasi dibagi menjadi dua jenis yaitu eutrofikasi alami dan eutrofikasi kultural. Eutrofikasi  alami yaitu terjadi peningkatan unsur hara bukan karena aktivitas manusia melainkan oleh aktivitas alami.  Sedangkan eutrofikasi kultural yaitu terjadi karena proses peningkatan unsur hara di perairan oleh aktivitas manusia.
BACA SELENGKAPNYA »»