Kamis, 04 April 2013

FOOD SUPLEMENT ATAU SUPLEMEN IKAN DAN UDANG

Gambar 1. MEGALODON

Komposisi                  : Minyak ikan, mineral, asam amino essensial dan multivitamin
Dosis dan cara pemakaian :
Udang : 25 – 50 gr/Kg pakan
Ikan     : 5 - 10 gr/Kg pakan
Cara pemakaian megalodon dicampur dengan pakan. Sebelumnya megalodon dilarutkan dalam air secukupnya hingga merata kemudian dicampur dengan pakan sesuai dosis. Setelah itu kering anginkan selama 15 menit sebelum pakan ditebar.
Peringatan khusus    : disimpan pada suhu ruang atau suhu 25 oC dan hindarkan dari sinar matahari secara langsung.
Netto                           : 2, 5, 10 dan 20 Liter
No. Registrasi            : Izin prinsip KKP No. 3747/DPB/PB.430.D4/VII/2012
Indikasi                      :
·       Membantu sistem metabolisme dan fungsi normal sel-sel syaraf untuk mengatasi kram/stress pada udang/ikan serta menambah tenaga.
·    Membantu asupan gizi melalui makanan tambahan karena ada beberapa yang tidak dapat diproduksi oleh udang seperti omega 3.
·      Meningkatkan nafsu makan untuk pertumbuhan serta ketahanan tubuh udang dan ikan

Gambar 2. SHRIMP HEALTH

Komposisi                  : Minyak ikan, vitamin B kompleks dan lain-lain
Dosis dan cara pemakaian :
15 gr/ Kg pakan (satu sendok makan penuh).
Cara pemakaian shrimp health dicampur dengan pakan. Sebelumnya shrimp health dilarutkan dalam air secukupnya hingga merata kemudian dicampur dengan pakan sesuai dosis. Setelah itu kering anginkan selama 15 menit sebelum pakan ditebar.
Peringatan khusus    : disimpan pada suhu ruang atau 25 oC dan hindarkan dari sinar matahari secara langsung.
Netto                           : 1 Kg
No. Registrasi            : Izin prinsip KKP No. 3747/DPB/PB.430.D4/VII/2012
Indikasi                      :
·         Membantu meningkatkan ketahanan tubuh dan mencegah kekurangan vitamin
·         Membantu memastikan perkembangan kesehatan udang dan pertumbuhan
·         Membantu meningkatkan nafsu makan
BACA SELENGKAPNYA »»  

Rabu, 03 April 2013

IKAN GURAME (Osphronemus gouramy)

Gambar 1. Gurame (Osphronemus gouramy)
1.        Deskripsi Gurame
Ikan gurame (Osphronemus gouramy) adalah salah satu ikan air tawar yang sangat populer dan disukai sebagai ikan konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ikan ini umumnya dikenal dengan nama gurami, ikan ini juga memiliki beberapa sebutan lokal seperti gurame; grameh; kalu; ikan kali dan lain-lain.
Ikan gurame memiliki tubuh yang lebar dan pipih. Panjang tubuh 2,0-2,1 kali tinggi tubuh; panjang tubuh total  bisa mencapai 1.000 mm. Sirip perut dengan jari-jari pertama yang pendek berupa duri dan jari-jari kedua yang lentur panjang serupa cambuk. Rumus sirip punggung (dorsal) XI-XIV (jari-jari keras atau duri) dan 12-14 (jari-jari lunak); sementara sirip dubur (anal) X-XI dan 20-23.
Gurame adalah hewan omnivora dengan pola makan yang unik. Saat masih kecil, gurame cenderung bersifat karnivora dengan memakan kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, blood worm dan hewan kecil lainnya. Saat menginjak remaja, mereka lebih menyukai makan dedaunan seperti daun keladi/talas/sente, daun pepaya, kangkung, daun singkong, daun ubi jalar dan daun-daun lainnya.
2.        Klasifikasi Ikan Guame
Klasifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut:
·           Kingdom       : Animalia
·           Filum       :Chordata
·           Kelas             : Actinopterygii
·           Ordo             : Perciformes
·           Famili            : Osphronemidae
·           Genus            : Osphronemus
·           Spesies          : Osphronemus goramy

3.        Perbedaan Ikan Gurame Jantan dan Betina
Gambar 2a. Gurame Betina
Gambar 2b. Gurame Jantan

Perbedaan antara gurame jantan dan betina yaitu:
·           Ikan gurame betina : sirip ekor melengkung/membulat, dahi rata, bibir bawah proposional dan dasar sirip dada gelap/berwarna kehitaman.
·           Ikan gurame jantan : sirip ekor datar/rata, dahi menonjol/jenong (nuchal hump), bibir bawah/rahang tebal dan dasar sirip dada terang/berwarna keputihan.

4.        Jenis-Jenis Ikan Gurame di Indonesia
Saat ini ikan gurame mempunyai banyak ras atau strain. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan gurame adalah sebagai berikut :
·           Gurame Angsa
Karakteristik ikan gurame angsa adalah memiliki panjang tubuh sampai dengan 65 cm dan berat tubuh bisa mencapai 6-12 kg per ekor. Warna tubuh abu-abu dengan sisik relatif lebar. Di daerah sunda biasa dikenal sebagai gurame soang atau gurame galunggung.
·           Gurame Bastar
Gurame bastar memiliki tubuh agak kehitaman tetapi warna kepalanya putih. Bentuk sisik nya agak lebar, laju pertumbuhannya termasuk cepat namun jumlah telur yang dihasilkan tidak terlalu banyak hanya 2.000-3.000 butir setiap kali pemijahan.
·           Gurame Batu
Gurame batu memiliki warna hitam dengan sisik yang kasar. Pertumbuhannya cenderung lambat dibandingkan jenis yang lain. Beratnya hanya mencapai 0,5 kg dalam waktu 13 bulan semenjak menetas.
·           Gurame Bluesafir
Gurame bluesafir memiliki ciri fisik hampir sama dengan gurami yang lain namun memiliki warna merah muda cerah. Berat maksimum mencapai 2 kg per ekor. Produktivitas telurnya mencapai 5.000-7.000 butir.
·           Gurame Jepang
Gurame Jepang atau nama lainnya adalah gurami jepun, panjang tubuh gurame ini lebih pendek dibandingkan gurame angsa. Selain itu memiliki warna tubuh abu-abu kemerahan terutama ada ujung sirip-siripnya serta bentuk sisik kecil dan berat mencapai 3.5 kg dan panjang maksimal 45 cm.
·           Gurame Kapas
Gurame kapas memiliki warna putih keperakkan, mirip kapas dengan bentuk sisik yang cukup besar. Gurame jenis ini dapat tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai 1 kg dalam waktu sekitar 13 bulan semenjak menetas. Produktivitas telurnya bisa mencapai 3.000 butir setiap kali pemijahan.
·           Gurame Paris
Gurame ini memiliki warna merah muda cerah tetapi kepalanya berwarna putih dan terdapat bintik-bintik hitam diseluruh tubuh. Berat maksimum mencapai 1,5 kg, dengan produktivitas telur mencapai 5.000-6.000 butir.
·           Gurame Porselen
Gurame perselen, memiliki warna merah muda cerah dengan ukuran kepala relatif kecil. Keunggulannya adalah dalam menghasilkan telur jumlahnya bisa mencapai 10.000 butir setiap kali pemijahan. Gurame jenis ini adalah yang paling sering dicari sebagai benih unggul. Berat induknya mencapai 1,5-2 kg.

BACA SELENGKAPNYA »»  

Kamis, 21 Maret 2013

PERANAN KINCIR AIR PADA BUDIDAYA PERIKANAN

Gambar 1. Kincir Air

Kincir air adalah salah satu peralatan pada budidaya ikan/udang di tambak yang berfungsi untuk menggerakkan air. Keberadaan kincir air didalam tambak diharapkan dapat membantu dan mengantisipasi terjadinya kekurangan oksigen serta mengantisipasi terjadinya perbedaan yang cukup menyolok antar lapisan air tambak.
A.                Kapan Kincir dioperasikan ?
v  DO rendah pada pukul 23.00 – 06.00 wib
v  Terjadi stratifikasi parameter kualitas air :
o    Stratifikasi suhu : suhu dingin atau panas diluar toleransi
o    Stratifikasi salinitas : aliran air masuk, presifitasi (pengenceran) akibat hujan, evaporasi (penguapan)
o    Stratifikasi pH : dipengaruhi CO2 : O2 >< CO2
o    Stratifikasi O2 : konsumsi O2 oleh organisme dan perombakan.

B.                 Alasan penggunaan kincir ?
v  Perubahan lingkungan karena keberadaan kualitas air dan parameter kualitas air. Kincir berperan mengembalikan kualitas air ada keadaan semula (optimum values).
v  Adanya pelapisan (stratifikasi) kualitas air dalam tambak. Stratifikasi adalah pelapisan satu atau beberapa kualitas air yang menyebabkan kualitas air dan tanah tersebut tidak merata dalam tambak. Seperti: O2, salinitas, suhu dan pH. Jika terjadi dapat mengganggu (berbahaya) bagi kelangsungan hidup organisme.
v  Pemasukan O2 dari udara bebas (difusi O2). Syarat difusi adalah air harus dalam keadaan tidak jenuh, kejenuhan air sekitar 8-10 mg/L (Bittner, 1989).
v  Kejenuhan oksigen terlarut (DO). Kadar oksigen yang mencapai kejenuhan 250% akan menimbulkan gas emboli pada jaringan daun insang yang menyebabkan stress, mengganggu pernafasan dan mengambang. Menurut Boyd (1982) dan Bittner (1989) menyatakan difusi oksigen ke dalam air terjadi bila air tidak jenuh dan difusi oksigen ke udara bebas terjadi bila oksigen lewat jenuh.
BACA SELENGKAPNYA »»  

Rabu, 13 Maret 2013

CARA MUDAH MEMBUAT KALSIUM PEROKSIDA (CaO2)

Gambar 1. Kalsium Peroksida (CaO2)
(Sumber: www.store.professionalgardening.com)

Kalsium peroksida (CaO2) merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam budidaya perikanan. Biasanya digunakan dalam penanganan kualitas tanah dan air dalam sistem budidaya perikanan. Kalsium peroksida mampu menaikkan potensial redoks tanah dan air serta efektif membunuh plankton cyst negatif penyebab red tide perairan.
A.      Alat dan Bahan
v  Alat               : drum 200 L, pengaduk (kayu/bambu), jerigen volume 35, triplek/Papan lebar dan selang kecil/pompa plastik tangan plastik   
v  Luas kolam   = 4.000 m2
v  Tinggi air       = 1-1,5 m
v  Diperlukan    :
o    Air                                                = 100 L
o    Ca(OH)2 (Kapur sirih)      = 50 Kg
o    H2O2 50%                         = 35 Kg
o    Na2SiO3 (Natrium silikat) = 10 L
B.       Prosedur Pembuatan
Prosedur pembuatan kalsium peroksida secara sederhana (www.aiyushirota.com) yaitu:
1.Masukkan 100 L air (tawar/kolam) ke dalam drum plastik yang memiliki volume 200 L dan terbuka.
2.Tambahkan kapur sirih 50 Kg ke dalam drum yang berisi air sebelumnya. Aduk menggunakan kayu/bambu hingga merata sampai terbentuk pasta kapur.
3.Tempatkan triplek atau papan yang lebar diatas drum sebagai penutup. Triplek atau papan pada posisi rata dan kokoh untuk dudukan jerigen H2O2 50% (35 Kg).
4.Tambahkan selang kecil atau pompa plastik pada jerigen H2O2 untuk mengalirkan larutan H2O2 50% secara gravitasi ke dalam drum hingga habis sambil terus dilakukan pengadukan selama pencampuran berlangsung.
5.Kemudian akan terbentuk asap putih selama pereaksian, hasil penguapan air dan pembentukan O2 murni selama reaksi-reaksi mengeluarkan panas (eksoterm) sampai 55 oC. Pengadukan yang intensif menentukan tingkat keberhasilan reaksi.
6.Setelah seluruh H2O2 50% habis bereaksi masukkan 10 L Na2SiO3 kedalam campuran. Jika diinginkan pasta yang lebih padat, tambahkan lagi Na2SiO3 lebih banyak.
7.CaO2 terbentuk setara dengan 60 Kg kering dengan kadar bahan aktif 60% dengan waktu release aktif oksigen 48 jam.

Daftar pustaka
www.Aiyushirota.com. Standart Operasional Proses Budidaya Shirotabiota Indonesia.
BACA SELENGKAPNYA »»  

Kamis, 07 Maret 2013

ZAT AKTIF YANG DILARANG BEREDAR DAN DIGUNAKAN DALAM PERIKANAN BUDIDAYA


 Gambar 1. Chloramphenicol
Zat aktif yag dilarang beredar dan digunakan pada budidaya perikanan menurut Kepmen. KP No. 20 Th. 2003 & Council directive 96/23/EC, yaitu :

1.        Nitrofuran, termasuk Furozalidone, Nitronidazole dan derivat-derivat;
2.        Ronidozol;
3.        Dapson;
4.        Chloramphenicol, termasuk derivat-derivatnya dan garam-garamnya;
5.        Cholichicin;
6.        Chlorpromazone;
7.        Trichlorfon;
8.        Dimetildazole;
9.        Metronidazole;
10.    Aristolochia spp;
11.    Stilbenes termasuk derivat-derivatnya, garam-garamnya dan ester (Hormon 17-± Methyl);
12.    Steroids sintetis (Methyl testeron);
13.    Sulfonamides (Sulfadiazine, Sulfamethazine, Sulfadimethoxine, Sulfanilamide);
14.    Beta Lactam (Penicilin dan Cephalosporin);
15.    Tertracycline;
16.    Macrolides;
17.    Aminoglycosides (Streptomycin);
18.    Malachite green dan Leucomalachite green;
19.    Anthelmintcs;
20.    Mycotoxin
21.    Senyawa Organochlorine termasuk PcBs (Polychlorinated Biphenyls)

Selain itu, larangan penggunaan antibiotika atau antibakteri, sebagai tambahan/ feed additive atau feed suplement serta dikombinasikan dengan vitamin, mineral dan atau asam amino lainnya, yaitu:
·         Bacitracin zink
·         Spiramycin
·         Virginamycin
·         Tylosin phospat

BACA SELENGKAPNYA »»