Kamis, 21 Maret 2013

PERANAN KINCIR AIR PADA BUDIDAYA PERIKANAN

Gambar 1. Kincir Air

Kincir air adalah salah satu peralatan pada budidaya ikan/udang di tambak yang berfungsi untuk menggerakkan air. Keberadaan kincir air didalam tambak diharapkan dapat membantu dan mengantisipasi terjadinya kekurangan oksigen serta mengantisipasi terjadinya perbedaan yang cukup menyolok antar lapisan air tambak.
A.                Kapan Kincir dioperasikan ?
v  DO rendah pada pukul 23.00 – 06.00 wib
v  Terjadi stratifikasi parameter kualitas air :
o    Stratifikasi suhu : suhu dingin atau panas diluar toleransi
o    Stratifikasi salinitas : aliran air masuk, presifitasi (pengenceran) akibat hujan, evaporasi (penguapan)
o    Stratifikasi pH : dipengaruhi CO2 : O2 >< CO2
o    Stratifikasi O2 : konsumsi O2 oleh organisme dan perombakan.

B.                 Alasan penggunaan kincir ?
v  Perubahan lingkungan karena keberadaan kualitas air dan parameter kualitas air. Kincir berperan mengembalikan kualitas air ada keadaan semula (optimum values).
v  Adanya pelapisan (stratifikasi) kualitas air dalam tambak. Stratifikasi adalah pelapisan satu atau beberapa kualitas air yang menyebabkan kualitas air dan tanah tersebut tidak merata dalam tambak. Seperti: O2, salinitas, suhu dan pH. Jika terjadi dapat mengganggu (berbahaya) bagi kelangsungan hidup organisme.
v  Pemasukan O2 dari udara bebas (difusi O2). Syarat difusi adalah air harus dalam keadaan tidak jenuh, kejenuhan air sekitar 8-10 mg/L (Bittner, 1989).
v  Kejenuhan oksigen terlarut (DO). Kadar oksigen yang mencapai kejenuhan 250% akan menimbulkan gas emboli pada jaringan daun insang yang menyebabkan stress, mengganggu pernafasan dan mengambang. Menurut Boyd (1982) dan Bittner (1989) menyatakan difusi oksigen ke dalam air terjadi bila air tidak jenuh dan difusi oksigen ke udara bebas terjadi bila oksigen lewat jenuh.